Home|Stakeholder|Forum Tanya Jawab|Publikasi|Link|Galeri|Kontak|Perpustakaan Online Disbun Jatim|Dharma Wanita Persatuan Disbun Jatim
Profil Perkembangan Perkebunan Komoditi Unggulan Layanan Publik P P I D Berita & Agenda Info Bisnis
Berita & Agenda ›

- BERITA UTAMA -

DAMPAK ERUPSI GUNUNG RAUNG TERHADAP
KOMODITI PERKEBUNAN

Letusan gunung raung yang terjadi pada akhir Juni s/d akhir Juli 2015 lalu, menimbulkan beberapa efek kerusakan terhadap tanaman perkebunan yang berada di wilayah terdampak erupsi di sekitar Gunung Raung, khususnya adalah tanaman tembakau yang saat itu bertepatan dengan musim pertanaman tembakau. Wilayah jatuhnya abu vulkanik Gunung Raung memang menyasar tanaman tembakau milik petani, terutama yang berada di Kabupaten Jember. Banyak petani tembakau Jember menggantungkan hidupnya dari bercocok tanam tembakau sehingga Jember dikenal sebagai salah satu sentra tembakau di Jawa Timur, baik tembakau Voor Oogst maupun tembakau Na Oogst. Oleh karena itu, dapat dipahami, jika para petani merasa risau manakala tanaman tumpuan hidupnya terkena dampak erupsi Gunung Raung.


UNI EROPA DUKUNG PENGEMBANGAN KAKAO DI 5 KABUPATEN
Selasa, 15 Maret 2016 07:08

Pencanangan Program Budidaya Kakao Berkelanjutan (Sustainable Cocoa Development Program) resmi dilakukan oleh Asisten II Pemprov Jatim, Dr. Hadi Prasetyo pada 8 Maret 2016 di Kampoeng Coklat Blitar. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Ir. Moch. Samsul Arifien, MMA, Ketua Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Mrs. Marja Daffern, Ketua Umum GPEI Dr. Toto Dirgantara, Direktur Puslitkoka Dr. Misnawi, Ketua GPEI Jatim Ir. Isdarmawan Asrikan, Ketua Umum APKAI Arif Zamroni, perwakilan dari 5 kabupaten, tokoh petani kakao dan ibu-ibu Dharma Wanita Provinsi Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut Hadi Prasetyo menyatakan bahwa posisi Indonesia dalam percaturan perkakaoan ASEAN sangat dominan sehingga kontribusinya harus terus dijaga dan ditingkatkan. Untuk itu Jawa Timur sebagai salah satu provinsi penyumbang produksi kakao nasional juga harus terus berbenah, karena saat ini produksinya baru di kisaran 30 ribu ton per tahun. Angka itu tentu masih jauh dari total produksi kakao nasional yang saat ini sudah mencapai sekitar 720 ribu ton.

“Cokelat tetap memiliki prospek yang bagus, tak cuma di pasar lokal tapi juga di pasar ekspor. Selain Eropa dan Amerika, kakao dari Indonesia berpotensi dipasarkan ke Cina, Hongkong dan Timur Tengah,” papar Prasetyo.

Lebih jauh ia menegaskan, Indonesia seharusnya tidak boleh kalah dengan Malaysia, karena mereka bukan apa-apa dalam produksi kakao. Tapi ironisnya, produksi olahan kakaonya (cokelat) sangat luar biasa. Mereka banyak memiliki rumah-rumah cokelat.

“Untuk itu Pemprov Jatim akan men-support pengembangan kakao dan industri hilir kakao di Jatim. Kita harus berupaya semaksimal mungkin agar produksi kakao Jatim terus meningkat. Dan berkembang Kampoeng-Kampoeng Coklat lain, tidak hanya disini (Kademangan, Blitar –red),” tukasnya.

Dengan adanya proram SCDP (Sustainable Cocoa Development Program) di 5 kabupaten, meliputi Kab. Blitar, Kab. Trenggalek, Kab. Pacitan, Kab. Malang, dan Kab. Bondowoso, dimana masing-masing kabupaten mendapat proyek percontohan (Demplot) kakao seluas 10 ha, maka ke depan diharapkan terjadi peningkatan kualitas, produktivitas dan produksi kakao.

Di sisi lain, Dr. Toto Dirgantara mengakui Jawa Timur merupakan provinsi yang paling mendapat perhatian dari Delegasi Uni Eropa dalam pengembangan kakao, karena potensi dan prospeknya yang bagus. Hal senada juga diakui Mrs. Marja Daffern yang menyatakan potensi pengembangan kakao di Jatim sangat luar biasa. Kegiatan yang melibatkan kelompok-kelompok tani di 5 kabupaten tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi kakao tapi juga penyerapan tenaga kerja bagi pemuda dan perempuan.

Sementara itu Kadisbun Jatim, Ir. Moch. Samsul Arifien, MMA dalam konferensi pers menjabarkan bahwa JLS (Jalur Lintas Selatan) merupakan salah satu kawasan yang paling cocok bagi pengembangan kakao di Jatim. Produksi kakao Jatim yang semula didominasi perkebunan besar dengan produksi sekitar 35 ribu ton per tahun sempat jatuh hingga 10 ribu – 15 ribu ton.

“Dari sinilah kemudian posisinya diambil alih oleh kakao rakyat. Saat ini 80 persen produksi kakao di Jatim berasal dari kebun rakyat. Total produksinya sekarang sudah di angka 34 ribu ton,” jelas Kadisbun.

Lebih jauh penulis buku “Perjuangan Hebat Sang Kekasih MENYUSURI JEJAK PENGEMBANGAN KAKAO DI PANTAI SELATAN” ini berkomitmen bahwa tanaman kakao harus ada di bawah pohon-pohon kelapa yang membentang dari Pacitan sampai Banyuwangi.

“Ke depan kami tidak hanya menggerakkan agar jumlah tanaman dan produksi kakaonya saja yang naik, tapi juga jumlah konsumsi cokelatnya. Kami ingin ada gerakan agar orang minum kakao (cokelat) bisa seantusias minum kopi,” tuturnya. Saat ini konsumsi cokelat nasional baru 0,3 kg/kapita, masih kalah dengan Malaysia dan Singapura yang sudah mencapai 1 kg/kapita. Padahal mereka bukan negara penghasil kakao yang besar, apalagi Swiss yang mencapai kebutuhan 15 kg/kapita.

Dukungan diberikan oleh anggota Komisi B DPRD Jatim, Chusaenudin, yang menyatakan bahwa kakao merupakan komoditi prospektif yang bisa memberikan harapan bagi perekonomian petani di Jawa Timur, terutama di Jalur Lintas Selatan.*Bgn
Berita Lain

Kalender Kegiatan
« May 2017 »
Mi Se Se Ra Ka Ju Sa
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      
Ditempuh untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan perkebunan di Jawa Timur, dan terkait dengan keragaman pembangunan perkebunan yang telah dicapai.
 
Sampaikan pertanyaan-pertanyaan Anda seputar informasi perkebunan Jawa Timur, kami akan dengan senang hati melayani Anda.
 
Jumlah penduduk Jawa Timur yang berusaha pada sub sektor perkebunan sekitar 20,21 % dari total jumlah penduduk.
 
Zona Komoditi Perkebunan
Informasi Perkebunan bagi masyarakat dan petani perkebunan di Jawa Timur pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, disajikan lengkap pada fitur Zona Komoditi Perkebunan
   
 
Home
Profil Dinas Perkebunan
Perkembangan Perkebunan
Produk Unggulan
Informasi Harga
Berita & Agenda
Forum Tanya Jawab
Stakeholder
Kontak
Link
Galeri
Publikasi
Dinas Perkebunan Jawa Timur
Jl. Gayung Kebonsari No. 171
Surabaya 60235 Jawa Timur Indonesia
Telp. 031 829 1990 - Fax. 031 828 1767
Website : www.disbunjatim.go.id
e-Mail : info@disbunjatim.go.id