Home|Stakeholder|Forum Tanya Jawab|Publikasi|Link|Galeri|Kontak|Perpustakaan Online Disbun Jatim|Dharma Wanita Persatuan Disbun Jatim
Profil Perkembangan Perkebunan Komoditi Unggulan Layanan Publik P P I D Berita & Agenda Info Bisnis
Berita & Agenda ›

- BERITA UTAMA -

DAMPAK ERUPSI GUNUNG RAUNG TERHADAP
KOMODITI PERKEBUNAN

Letusan gunung raung yang terjadi pada akhir Juni s/d akhir Juli 2015 lalu, menimbulkan beberapa efek kerusakan terhadap tanaman perkebunan yang berada di wilayah terdampak erupsi di sekitar Gunung Raung, khususnya adalah tanaman tembakau yang saat itu bertepatan dengan musim pertanaman tembakau. Wilayah jatuhnya abu vulkanik Gunung Raung memang menyasar tanaman tembakau milik petani, terutama yang berada di Kabupaten Jember. Banyak petani tembakau Jember menggantungkan hidupnya dari bercocok tanam tembakau sehingga Jember dikenal sebagai salah satu sentra tembakau di Jawa Timur, baik tembakau Voor Oogst maupun tembakau Na Oogst. Oleh karena itu, dapat dipahami, jika para petani merasa risau manakala tanaman tumpuan hidupnya terkena dampak erupsi Gunung Raung.


PETANI DIMINTA GENJOT PRODUKSI KAKAO DI INDONESIA
Rabu, 25 Mei 2016 09:47

SURABAYA - Kalangan eksportir Kakao Indonesia mendesak agar pemerintah memberikan lebih terhadap petani Kakao di Indonesia. "Petani janganlah dikenakan pajak, seharusnya diberikan subsidi agar petani kakao bisa lebih menggenjot produksi kakaonya," ungkap Sekjen DPP Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Toto Dirgantoro, pada saat peresmian pengembangan kakao berkelanjutan di Jawa Timur kerjasama GPEI, Perwakilan Uni Eropa dan Puslitkoka di Blitar, Rabu (23/3). 


Toto mengatakan saat ini regulasi pemerintah sudah tidak mendukung petani kakao. Sebab petani dikenakan PPN 10%. "Itu sudah tidak benar. Mestinya petani disubsidi," lanjutnya. 


GPEI berharap, kata Toto, kerjasama dengan luar negeri yang dilakukan petani Kakao di Blitar beberapa waktu lalu bisa memotivasi petani untuk lebih menggenjot produksi kakaonya. 


Selain regulasi, lanjut Toto, ada inovasi dari petani kakao sendiri. Menurutnya, dengan adanya inovasi, maka daya tarik kakao di Indonesia semakin diminati pasar. Misalnya ada cokelat light di Eropa. 


"Di Eropa dan Malaysia dilakukan inovasi, padahal di sana bukan penghasil kakao," ujarnya. 


Toto mengatakan dirinya juga meminta petani untuk membuat nilai tambah dari kakao yang diproduksinya. Tanpa nilai tambah, petani tidak akan berkembang. 


Harapan tersebut sebenarnya telah dilakukan di Jawa Timur. Beberapa UMKM telah mampu melakukan pengolahan industri makanan berbahan baku cokelat, termasuk yang dilakukan Gapoktan Guyub Santoso dengan inovasi Kampoeng Cokelat. Tidak sebatas produksi makanan cokelat, tetapi mengembangkannya dan dikemas dengan apik berupa agrowisata perkebunan yang di dalamnya terdapat wisata kuliner makanan berbahan baku cokelat, seperti mi cokelat, nasi goreng cokelat dan berbagai jajanan cokelat lainnya. Masih ada UMKM lain yang melakukan usaha membuat olahan makanan cokelat di Jawa Timur, yaitu Koperasi Puslitkoka di Jember; Gapoktan Tunggal Jaya di Trenggalek; Kelompok Tani di Kediri serta Home Industri Ibu Farida di Sidoarjo.*Y-tm

Berita Lain

Kalender Kegiatan
« September 2017 »
Mi Se Se Ra Ka Ju Sa
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
 
Jumlah penduduk Jawa Timur yang berusaha pada sub sektor perkebunan sekitar 20,21 % dari total jumlah penduduk.
 
Ditempuh untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan perkebunan di Jawa Timur, dan terkait dengan keragaman pembangunan perkebunan yang telah dicapai.
 
Zona Komoditi Perkebunan
Informasi Perkebunan bagi masyarakat dan petani perkebunan di Jawa Timur pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, disajikan lengkap pada fitur Zona Komoditi Perkebunan
   
 
Home
Profil Dinas Perkebunan
Perkembangan Perkebunan
Produk Unggulan
Informasi Harga
Berita & Agenda
Forum Tanya Jawab
Stakeholder
Kontak
Link
Galeri
Publikasi
Dinas Perkebunan Jawa Timur
Jl. Gayung Kebonsari No. 171
Surabaya 60235 Jawa Timur Indonesia
Telp. 031 829 1990 - Fax. 031 828 1767
Website : www.disbunjatim.go.id
e-Mail : info@disbunjatim.go.id