Berita & Agenda ›

LIMA DAERAH DIBANTU 50 HEKTAR KAKAO
Kamis, 26 Mei 2016 06:57

BLITAR - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa akan mengembangkan tanaman coklat atau kakao di sejumlah daerah di Jawa Timur. Tahun 2016 ini, kebun kakao rencananya akan diberikan di 5 kabupaten.

Hadi Prasetyo, Asisten II Pemprov Jawa Timur mengatakan, posisi kakao di Jawa Timur ini mengalami peningkatan yang cukup bagus. Baik dari sisi tanam, dan juga produksi hilir. Hal tersebut terbukti dengan berdirinya beberapa kampung cokelat seperti yang ada di Kademangan, Blitar. Untuk itu, tahun 2016 ini, Pemprov bersama Uni Eropa akan memberikan bantuan kepada 5 daerah untuk pengembangan kakao. “Kami akan mendapatkan bantuan dari Uni Eropa kira-kira untuk pengembangan kakao seluas 50 hektar. Masing-masing 10 hektar di Pacitan, Trenggalek, Blitar, Malang dan Bondowoso,” kata Hadi Prasetyo, saat membuka acara Pengembangan Ekonomi Daerah melalui Budidaya Kakao Berkelanjutan di Blitar, Kamis (10/3/16).

Menurutnya, bantuan 50 hektar lahan untuk kakao ini akan menambah lahan kakao di Jatim yang sementara ini luasnya mencapai 34 ribu hektar. Dari sekitar 34.000 ha kebun kakao itu mampu mensupplay 32 ribu ton per tahun. Sedangkan lahan kakao Nasional Indonesia total 700.000 hektar. “Jadi Jatim ini baru tidak ada 5 persen terhadap produksi nasional. Tapi kita akan mencoba mendorong, chocolate cocoa sebagai bagian strategic comoditi untuk membangun ekonomi Jawa Timur,” jelasnya.

Ditambahkannya lagi, Cokelat ini mempunyai value tinggi untuk berbisnis, baik skala besar maupun UMKM. Apalagi Cokelat juga terus diteliti di bidang farmasi karena bisa mengurangi penyakit kanker. “Meski posisi Jatim hanya 5 persen Jatim terhadap nasional tapi ekspor Indonesia untuk luar negeri kebanyakan melalui Surabaya, maka ini peluang. Jadi tidak bisa langsung. Sama dengan kopi. Coklat punya prospek bagus di China,” papar mantan Kepala Bappeda Jatim ini.

Sementara itu, Samsul Arifien, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur juga mengapresiasi animo masyarakat untuk menanam dan berbisnis cokelat. “Kampung cokelat di Blitar ini bisa dikunjungi 3.000 orang per hari. Ini sebuah peluang usaha yang sangat menguntungkan. Kita akan support yang seperti ini di daerah lain,” kata Samsul bangga.

Samsul menambahkan, Kakao itu bisa dikembangkan dengan lokasi spesifik. Seperti Jalur Lintas Selatan Jawa Timur, paling cocok untuk tanaman Kakao. Di sana sudah banyak kebun rakyat yang mulai menanam kakao. “Sekarang produksi kita sudah 32 ribu ton di Jatim. Itupun 80 persen sudah ditanam di kebun rakyat. Selebihnya adalah Perusahaan Perkebunan Besar,” terang Samsul. *R-tm


Berita Lain