Berita & Agenda ›

EKSPOR KAKAO DARI JATIM BAKAL BERTAMBAH
Jumat, 27 Mei 2016 09:31
SURABAYA - Dinas Perkebunan Jawa Timur dalam waktu dekat ini akan menjalin kerjasama perdagangan tanaman Kakao atau Cokelat dengan Maumere, Nusa Tenggara Timur. Rencananya, petani akan membeli Kakao dari NTT untuk diproduksi di Jawa Timur sebagai upaya memenuhi kebutuhan ekspor Cokelat yang masih cukup tinggi. 

Ir. Moch. Samsul Arifien, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur mengatakan akan menjalin kerjasama yang sama-sama menguntungkan. "Di NTT ada potensi kakao dari kebun rakyat. Terutama di Maumere, kemudian Flores Timur dan Sumba", jelas Samsul yang belum lama ini sudah melihat langsung potensi Kakao tiga daerah di NTT itu. 

Kakao dari kebun rakyat di sana masih dikelola dengan cara tradisional dan mengikuti rantai perdagangan terlalu panjang dalam bentuk kakao mentah. Jawa Timur rencananya akan membeli untuk diproduksi di Blitar yang kemudian di ekspor dalam bentuk aneka produk cokelat. "Harga Kakao di NTT itu masih sekitar Rp 20 ribu/kg, sedangkan kakao di Jawa Timur berkisar Rp. 28 ribu sampai Rp. 32 ribu per kilo", terang Samsul, Senin (9/5/16). 

Selain itu, petani di NTT juga menyambut baik rencana ini. Karena mereka tidak lagi menjual Kakao melalui jalur laut yang panjang. Selama ini, sebelum masuk Pelabuhan di Jawa Timur, Kakao NTT dari Kab. Maumere yang mestinya lebih dekat ke Surabaya, harus dibawa kapal ke Kupang lalu Makassar dulu baru kemudian ke Tanjung Perak Surabaya. "Nanti Kakao dari NTT itu langsung dibawa ke Tanjung Perak, karena petani kita yang beli", jelas Samsul. 

Sebaliknya, petani NTT akan diajak untuk pelatihan dan magang cara mengolah Kakao menjadi barang jadi yang siap dipasarkan. "Petani Kakao dari Maumere, Flores nanti kita ajak magang di Blitar di mana ada Gapoktan Kakao yang sudah sukses memproduksi aneka produk cokelat sendiri dan berkualitas ekspor", tambah Samsul. 

Untuk menindaklanjuti kerjasama ini, Dinas Perkebunan Jatim akan membentuk tim. Anggotanya ada dari Askindo (Asosiasi Kakao Indonesia) yang diketuai Isdarmawan dan Gapoktan Guyub Santoso Blitar dengan Kholid Mustofa selaku ketua. Tim ini dibentuk untuk mematangkan kerjasama membeli Kakao dari NTT lalu diproduksi di Blitar untuk selanjutnya diekspor. "Kami yakin cara ini bisa meningkatkan jumlah ekspor aneka produk cokelat dari Jawa Timur ke luar", paparnya. *R-tm

Berita Lain