Berita & Agenda ›

HARGA GULA NAIK DRASTIS, GUBERNUR JATIM KUMPULKAN SELURUH KOMPONEN PERGULAAN DI JATIM
Jumat, 27 Mei 2016 13:21
SURABAYA - Komisi B DPRD Jatim menuding Bulog Jatim lamban untuk menangani tingginya harga gula di Jatim. Gubernur Jatim Soekarwo memastikan akan memanggil seluruh komponen yang berkaitan dengan gula di Jatim. "Saya kumpulkan semua mulai Disbun, Disperindag, pabrik gula dan pedagang gula. Dicarikan apakah ini gula harganya naik masih normal atau naik berlebihan. Nanti bisa dibicarakan cara menekannya," jelasnya di Surabaya, Senin (23/5). 

Senada dengan Gubernur Jatim, Kepala Dinas Perkebunan Jatim Samsul Arifien mengaku sudah membicarakan hal tersebut dengan Disperindag Jatim dan melaporkan kepada Gubernur Jatim. "Sudah ada dan akan dibahas bersama untuk dicari solusinya untuk menekan kenaikan harga gula," terangnya. 

Lebih lanjut, masih menurut Samsul, bahwa saat ini beberapa Pabrik Gula: PG Gempolkrep, PG Pesantren, PG Ngadirejo sudah mulai giling pada tanggal 16 Mei 2016, sehingga sudah ada produksi gula tebu 2016. Diharapkan dengan adanya tambahan stok gula dari hasil giling tahun 2016, harga gula dapat dikendalikan. Pada akhir Mei nanti sudah ada stok ± 20.000 ton gula yang segera akan didistribusikan ke pasar pada awal Juni. 

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto menuding pihak Bulog Jatim kurang cepat dalam menangani kenaikan harga gula di Jatim." Meroketnya harga gula imbas dari distributor yang memborong gula Jatim untuk dijual di luar Jatim, imbasnya Jatim kekurangan pasokan gula. Tidak hanya itu, peran Bulog yang harusnya menjadi penyangga pangan malah tidak melakukan langkah tepat untuk menekan harga gula, ironisnya lagi langkah antisipasi pun tidak dilakukan Bulog," papar anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto saat ditemui di Surabaya, Senin (23/5). 

Subianto mengatakan terkait ulah distributor menjual gula Jatim ke luar Jatim, Pemerintah tidak bisa membatasi dikarenakan itu bagian dari pasar bebas, yang harusnya melakukan langkah antisipasi adalah Bulog Jatim karena peran Bulog adalah penyangga pangan, tapi faktanya Bulog tidak bisa menjalankan peran dan fungsinya, imbasnya saat kondisi stok pangan minim, harga langsung meroket tajam, karena memang tidak ada langkah antisipatif yang dilakukan Bulog. *Y-tm

Berita Lain