Berita & Agenda ›

KADISBUN JATIM LAUNCHING PERDANA PROGRAM HULU HILIR SEKTOR PERKEBUNAN
Selasa, 17 April 2018 17:10
Program Hulu Hilir Agromaritim gagasan Pakde Karwo Gubernur Jatim, untuk sektor tanaman pangan, perkebunan, dan perikanan terus bergulir pelaksanaannya. Pada hari Jum’at tanggal 2 Maret 2018, Kadisbun Jatim, Ir. Karyadi, MM telah melakukan launching perdana Program Hulu Hilir Agromaritim Sektor Perkebunan, bertempat di Kelompoktani Mulyo Jati Desa Randu Genengan, Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Kelompoktani Mulyo Jati mendapat kucuran dana kredit dari Bank BPR Jatim sebesar Rp 3,8 milyar untuk investasi dan biaya operasional budidaya kakao dan pengolahan cokelat.
Hadir pada acara dimaksud, Wakil Bupati Mojokerto; Kepala Dinas Perindag Provinsi Jatim; Direktur Utama Bank BPR Jatim; Direktur PT Jamkrida; serta sejumlah pejabat baik dari Provinsi Jatim maupun Kabupaten Mojokerto.
Pada sambutan selamat datang, Mulyono, Ketua Kelompoktani Mulyo Jati, mengatakan bahwa pabrik pengolahan cokelat sudah berdiri 25 persen, ditargetkan pada bulan April akan rampung dan bulan Mei 2018 sudah mulai produksi. Pabrik tersebut akan digunakan untuk mengolah produk kakao rakyat milik anggauta kelompok, yang saat ini sudah ada seluas 400 ha, dan 160 ha diantaranya sudah menghasilkan.
Pung Kasiadi, Wabup Mojokerto melontarkan, bahwa potensi kakao pada program hulu hilir sangat menjanjikan, beliau bertutur “Saya apresiasi para kelompoktani yang sudah sangat ulet dan gigih, bahkan 10 batang pohon kakao pun dicatat”. Disampaikan pula “Saya yakin kalau pabrik sudah berdiri, tanaman milik kelompoktani akan nambah, karena kepastiannya ada, petani hanya butuh kepastian.
Sementara,  Dirut Bank BPR Jatim, Subawi, menyatakan “ Kita support program ini dengan memberi pinjaman kepada Kelompoktani sebesar Rp3,8 milyar, fokus kita memang membiayai UMKM termasuk membiayai sektor perkebunan hulu hilir”. Diharapkan kelompoktani dapat memanfaatkan dan mengelola kredit dengan sebaik-baiknya dan mampu memenuhi kewajibannya.
Ir. Karyadi, MM, Kadisbun Jatim yang hadir langsung pada acara tersebut, menyatakan bahwa Program Hulu Hilir Agromaritim yang digagas Bapak Gubernur Jatim ini, bertujuan untuk  menjadikan petani dapat berperan secara maksimal dalam melakukan usaha taninya, mulai dari hulu sampai hilir, On Farm maupun Off Farm, sehingga meningkatkan nilai tambah, yang senyatanya lebih basar ada di tahapan hilir. “Untuk meyakinkan kita semua, bahwa nilai tambah kakao sangat besar di hilir, saya minta Pak Mulyono, Ketua Kelompoktani Mulyo Jati, mengolahkan biji kakao produk kelompoktani ke Bandung sebanyak 20 kg”. Lebih lanjut dikatakan “Diperoleh hasil olah berupa Cokelat Pasta/Blok 8,6 kg, Butter Cocoa 1,4 kg, Powder Cocoa 1,6 kg, dan permen cokelat 2,66 kg. Nilai jual dari produk tersebut Rp3.345.000,-“. Artinya ada nilai tambah sebesar 745 % terhadap biji basah atau 458 % terhadap biji kering fermented.
Resiko usaha itu di petani, di kebun, kalau gagal panen, ya petani yang rugi, tetapi nilai tambah yang besar justru dimiliki oleh pelaku usaha lain, pedagang atau pelaku industri. Oleh karena itu Kadisbun meminta kelompoktani untuk tidak ragu lagi melakukan pengolahan hilir, karena hitung-hitungannya sudah jelas. (tim)             

Berita Lain