Berita & Agenda ›

Disbun Upayakan Revitalisasi Tembakau Virginia
Selasa, 12 Juli 2011 10:43

Jika sekitar 20 tahun yang lalu Jawa Timur mampu memproduksi tambahan tembakau virgina sebanyak 20 ribu ton dari sekitar 20 ribu hektar lahan. Hasil produksi mencapai angka sebesar itu guna mencukupi kebutuhan tembakau virginia. Jawa timur masih menambah melalui impor. Untuk mengurangi ketergantungan pada impor, Dinas Perkebunan Jawa Timur kini mengupayakan revitalisasi. Memang Jatim belum mampu memenuhi kebutuhan tembakau virginia di Bojonegoro, kiti NTB produksinya lebih besar dari Jawa Timur dan berkembang pesat.

Salah satu upaya revitalisasi dilakukan proses intensifikasi di Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan menjadi daerah penghasil tembaku virginia, daerah Bojonegoro ditargetkan intensifikasi di lahan seluas 500 hektar dengan pupuk 2k sebanyak 50 ton. Lamongan lahannya 300 hektar dan pupuk 2k sebanyak 30 ton.

Dari data Dinas Kehutanan dan Perkebunan (DISHUTBUN) Bojonegoro, area tanaman tembakau Virginia Voor Oogst (VO) Jawa di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur diproyeksikan pada musim tanam 2011 seluas 11.225 hektar meningkat dibandingkan tahun sebelumnya seluas 8.680 hektar. Meningkatkan areal tanaman tembakau di Bojonegoro mengacu kepada kebutuhan pengusaha dan pabrikan dalam pembelian tembakau musim tanam tahun ini.

Produksi rata-rata tembakau virginia VO sebanyak 1.200 kg tembakau kering perhektar, diproyeksikan luas tanaman 10.225 hektar dengan produksi rata-rata tembakau jawa 1.100 kg tembakau kering perhektar dibutuhkan tanaman seluas 1.000 hektar. Rencananya tembakau virginia VO dialokasikan tanam di 16 kecamatan yang merupakan daerah potensial, diantaranya terluas di kecamatan Kepoh baru 3.300 hektar, Kedung Adem 2.300 hektar, Sugih Waras 1.350 hektar, Baureno dan Kanor masing-masing 950 hektar.

Kemudian kecamatan lainnya  di Kecamatan Ngasem, Sumber Rejo, Suko Sewu, Kasiman, Balen, Temayang dengan luas bervariasi antara 40 hingga 600 hektar. Di sejumlah kecamatan lainnya seperti kecamatan Tambak Rejo, Nambon, Padangan, Malo Ngasem juga kecamatan hanya antara 10 sampai 90 hektar. (Surabaya-OPSI)


Berita Lain