Berita & Agenda ›

Gula Petani Catat Harga Tertinggi
Selasa, 05 Juli 2011 14:53

Mojokerto- Perkembangan terakhir harga gula petani Pabrik gula, Gempolkrep, Mojokerto, hasil lelang periode ketiga mencapai harga tertinggi dibandingkan dengan hasil lelang periode pertama dan kedua yang sempet mengalami penurunan harga. Keterangan yang diperoleh senin (4/7), harga lelang gula petani tebu periode ketiga mencapai Rp. 8.215 per kg, tertinggi selama periode lelang gula petani di PG Gempolkrep, Mojokerto. Pasalnya lelang gula periode pertama harga gula petani mencapai Rp. 8.150 per kg, tetapi dalam lelang periode kedua turun menjadi Rp. 7.760 per kg.

Harga gula petani PG Gembolkrep hasil lelang periode ketiga Rp. 8.215 per kg, termasuk tertinggi di lingkungan PTPN X, kata Sugi Bandung (44), petani tebu asal canggu, Mojokerto. Dikatakan harga lelang gula petani Rp. 8.215, per kg tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan hasil lelang gula petani periode pertama Rp. 8.150 per kg dan periode kedua yang mengalami penurunan menjadi Rp. 7.760 per kg.

Selama musim giling tahun ini, saya sudah kirim kurang lebih 15.000 kuintal tebu ke PG Gempolkrep dan masih tersisa 6.000-an kuintal tebu yang siap tebang dan giling,”kata Sugi. Sekretaris Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PG Gempolkrep, Mojokerto, Pungkasiadi (42), ketika dihubungi terpisah mengatakan, harga gula petani PG Gempolkrep periode ketiga Rp. 8.206 per kg, bukan Rp. 8.215 per kg.

Harga  lelang periode ketiga sebesar Rp. 2.206 per kg, itu sudah paling apik dibandingkan wilayah lain yang tidak sampai segitu. Ia mengatakan, perkembangan harga gula petani sangat bergantung pada periode lelang dan pasar yang berlangsung dua minggu sekali. Dengan demikian, naik turunnya gula petani sulit diprediksi.

Kasnadi (45), petani tebu lain, mengharapkan kepada pemerintah agar mininjau ulang kebijakan penetapan harga gula petani yang masih rendah dibandingkan dengan komoditas bahan pokok yang lain, apalagi pengalaman selama ini produksi tebu petani tidak pernah membaik dan cenderung merosot, setelah menunggu masa tebang lebih dari setahun. (Kompas)


Berita Lain