Jambu Mete
Jambu Mete (Anacardium Occidentale, Linn.) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan antara lain untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun sebagai komoditi ekspor penghasil devisa negara. Pada tahun 2012, di Jawa Timur, komoditi jambu mete diusahakan oleh Perkebunan Rakyat (PR) dengan areal seluas 52.903 Ha terbagi atas Kabupaten Sumenep 12.258 Ha, Sampang 10.619 Ha, Bangkalan 9.466 Ha, Ngawi 3.083 Ha, Pacitan 2.118 Ha, Pamekasan 2.419 Ha, Tuban 1.526 Ha, Probolinggo 1.302 Ha, Ponorogo 1.314 Ha, Nganjuk 1.092, Kediri 1.064 Ha, dan sisanya menyebar di 21 Kabupaten/kota lainnya. Berikut ini data perkembangan areal, produksi dan produktivitas komoditi jambu mete di Jawa Timur dalam kurun waktu 2008 - 2012 :

Tabel Perkembangan Areal, Pproduksi dan produktivitas komoditi jambu mete di Jawa Timur dalam kurun waktu 2008 - 2012
Tahun Areal(Ha) Produksi(Ton) Produktivitas(Kg/Ha)
2008 48.349 14.552 735
2009 48.284 14.907 739
2010 48.284 10.500 692
2011 51.234 12.360 725
2012* 52.903 12.719 708
Rata-rata 49.811 13.008 720
*) Angka Sementara      


Produksi jambu mete pada Perkebunan Rakyat sebesar 12.719 Ton dengan produktivitas rata-rata 0,708 Ton mentor/Ha/Tahun. Kondisi tanaman jambu mete tua/rusak (TT/TR) seluas 9.918 Ha, tanaman belum menghasilkan (TBM) seluas 25.022 Ha, dan tanaman menghasilkan (TM) seluas 17.963 Ha. Teknik budidaya tidak optimal dan pengendalian OPT masih kurang. Pelaksanaan intensifikasi jambu mete rakyat di Jawa Timur dituangkan melalui pembinaan dengan mempergunakan pola swadaya/partial.