Image

Pengamatan Penyakit Busuk Buah (Phytophthora palmivora) Pada Tanaman Kakao

29 Mar 2021  |   Artikel   |  

Dalam perkembangannya tanaman kakao (Theobroma cacao.L) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, sehingga mempunyai arti penting bagi sumber pendapatan pertani. Faktor pembatas dalam peningkatan produksi salah satunya adalah penyakit busuk buah kakao yang disebabkan oleh Phythoptora palmivora selain menyerang buah penyakit ini juga sering menyerang batang tanaman yang menyebabkan kangker batang.

Gejala Penyakit :
Buah yang terserang nampak bercak bercak coklat kehitaman, biasanya dimulai dari pangkal, tengah atau ujung buah. Apabila keadaan kebun lembab, maka bercak tersebut akan meluas dengan cepat ke seluruh permukaan buah, sehingga menjadi busuk, kehitaman dan apabila ditekan dengan jari terasa lembek dan basah.
Buah muda yang terserang berat akan menjadi hitam dan akhirnya mengering. Pada buah masak dan hamper masak, pembusukan meliputi seluruh jaringan kulit buah yang lunak dan dapat masuk ke dalam jaringan daging buah bahkan sampai pada biji kakao.


Penyebaran penyakit dibantu oleh keadaan lingkungan yang lembab terutama pada musim hujan. Buah yang membusuk pada pohon juga mendorong terjadinya infeksi pada buah lain dan menjalar kebagian batang/cabang. Patogen ini disebarkan oleh angin dan air hujan melalui spora. Pada saat tidak ada buah, jamur dapat bertahan di dalam tanah. Penyakit ini akan berkembang dengan cepat pada daerah yang mempunyai curah hujan tinggi, kelembaban udara dan tanah yang tinggi terutama pada pertanaman kakao dengan tajuk rapat.


Pengamatan Busuk Buah Kakao
Kerusakan tanaman kakao akibat penyakit Busuk buah Kakao perlu mendapat perhatian terutama laju perkembangannya agar menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam tindakan pengendalian. Untuk itu diperlukan dasar pengamatan intesitas serangan penyakit yang dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :


- Amati 1% tanaman contoh (20 tanaman Kakao) per Ha yang mewakili sebaran di hamparan tersebut, pengamatan ditetapkan secara acak sistematis
- Amati Buah Kakao pada satu jorget, dengan ukuran Panjangnya minimal 10 cm
- Hitung dan catat jumlah buah yang terserang dengan gejala bercak berwarna coklat kehitaman dan apabila ditekan dengan jari terasa lembek. Buang buah busuk yang sudah dihitung dan basah.
- Hitung intensitas serangan dengan rumus
Intensitas Serangan = ( Jml Buah Terserang / Jml Buah yang diamati ) x 100%

- Hasil pengamatan diatat dalam blanko pengamatan
- Lakukan pengamatan setiap 2 minggu sekali (bersamaan dengan siklus panen)
- Tindakan pengendalian segera dilakukan jika ditemukan gejala serangan busuk buah


Cara pengendalian :
• Sanitasi dengan memetik semua buah busuk yang dilakukan bersamaan dengan pemangkasan ataupun saat panen, kemudian dibenamkan ke dalam tanah sedalam 30 cm.
• Kultur teknis dengan pengaturan kelembaban kebun melalui pemangkasan pohon pelindung dan tanaman kakao.
• Jamur Trichoderma spp. disemprotkan pada buah kakao sehat sebagai tindakan preventif dengan dosis 200 kg/ha biakan padat dengan volume semprot 500 l/ha.

DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Perlindungan Perkebunan, 2002. Musuh Alami, Hama Dan Penyakit Tanaman Kakao. Jakarta. Departemen Pertanian
Ryan, Ishak. 2017. Laju Perkembangan Busuk Buah Kakao Oleh Cendawan Phythoptora Palmivora Butt. Pada Perkebunan Rakyat Kabupaten Nabire. 135-Article Text-169-1-10-20190930.pdf. diakses pada tanggal 4 Maret 2021
Siswanto dan Iwa Mara T, 2017. Instruksi Kerja Pengamatan Dan Pengendalian OPT Penting Tanaman Perkebunan. Jakarta. Direktorat Perlindungan Perkebunan

Author By : Kurniawati, SP. - Pengamatan Penyakit Busuk Buah (Phytophthora palmivora) Pada Tanaman Kakao - 29 Mar 2021