Image

Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus): Si Cantik Berjuta Manfaat

22 Feb 2021  |   Artikel   |  

Kumis kucing adalah tanaman hias yang banyak ditemukan di pekarangan rumah. Disebut kumis kucing karena kumpulan benang sari bunganya panjang dan menjulur dari dua sisi yang berbeda sehingga mirip dengan kumis kucing.. Beberapa nama daerah yang digunakan untuk menyebut kumis kucing diantaranya remujung (Jawa), songkot koceng (madura), kumis ucing (Sunda) kumis kucing (Melayu hingga Sumatra).

Kumis kucing termasuk tumbuhan terna berbatang basah, tumbuh tegak, pada bagian bawah berakar dibagian buku-bukunya dan tingginya bisa mencapai 2 meter. Batang berbentuk segi empat atau beralur berbulu pendek atau gundul. Daun kumis kucing merupakan daun tunggal, tepi daun bergerigi dan berbulu halus, ujungnya meruncing. Bunga tersusun dalam bentuk tandan dalam jumlah banyak, berwarna putih keunguan (Dalimartha, 2020 dalam Anonim, tth).

Bogoriense (2014) dalam Anonim (tth), taksonomi kumis kucing adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi   : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo   : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Orthosiphon
Spesies : Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.

Tanaman kumis kucing selama ini banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk manusia, diantaranya untuk menyembuhkan infeksi saluran kemih, mengobati asam urat, menurunkan tekanan darah, mengatasi rematik, menurunkan kadar gula darah, menyehatkan jantung, mengatasi masalah menstruasi, mengobati gangguan ginjal, meredakan batuk, mengobati gusi bengkak dan masih banyak lagi. Bagian tanaman yang sering digunakan sebagai obat terutama adalah daunnya baik yang segat maupun yang telah dikeringkan. Herba kumis kucing rasanya manis sedikit pahit.

 
Kumis kucing sebagai pestisida nabati dapat digunakan untuk mengendalikan hama wereng coklat pada tanaman padi. Pada konsentrasi 40% mortalitas wereng coklat sebesar 92.5%. Hal tersebut karena kandungan sinensetin yang merupakan turunan flavonoid yang bersifat racun perut bagi nimfa wereng coklat. Sinensetin dapat menurunkan tegangan permukaan pada dinding sel nimfa wereng coklat yang dapat menyebabkan kematian (Ningsih, NF dkk, 2016)


Kandungan senyawa metabolit dalam tanaman kumis kucing adalah minyak atsiri, polifenol, alkaloid, saponin, flavonoid dan sinensetin. Flavonoid adalah golongan terbesar dari senyawa fenol yang bekerja sebagai anti serangga (Robinson, 1995 dalam Ningsih, NF dkk, 2016), yang bertindak sebagai racun perut dan penghambat makan seranggga dengan cara mengganggu reseptor makan serangga sehingga serangga tidak mampu mengenali makanannya (Yunita dkk, 2009 dalam Ningsih, NF dkk, 2016), menghambat pertumbuhan virus, bakteri dan jamur dan sebagai antioksidan (Khunaifi, 2010 dalam Anonim, tth). Kandungan saponin pada kumis kucing yang memiliki rasa pahit dan tajam dapat menyebabkan iritasi lambung bila dimakan oleh nimfa wereng coklat ( Ningsih, NF., dkk, 2016), menyebabkan lisis bakteri dengan cara mengganggu stabilitas membran sel bakteri (Ganiswara, 1995 dalam Anonim, tth). Kandungan terpenoid berupa minyak atsiri digunakan tumbuhan sebagai penolak serangga dan serangan bakteri dengan cara mengganggu proses terbentuknya membran atau dinding sel bakteri. Sedangkan kandungan alkaloid pada tumbuhan kumis kucing bersifat antibakteri.


Adapun cara membuat pestisida nabati dari daun kumis kucing adalah daun kumis kucing dicuci dan dikeringanginkan. Setelah itu daun ditumbuk sampai menjadi serbuk. Selanjutnya dimaserasi dengan larutan etanol 96% dengan perbandingan pertama serbuk daun kumis kucing : etanol adalah 1 : 3, perendaman kedua dan ketiga 1 : 2 masing-masing selama 24 jam. Hasil maserasi disaring dengan kain sehingga dihasilkan filtrat etanol daun kumis kucing dan selanjutnya diuapkan dengan rotary vacum evaporator (Ningsih, NF., dkk, 2016).

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, tth, Bab II. Tinjauan Pustaka, http://repository.usu.ac.id /bitstream/ 123456789/52646/4/Chapter II.pdf, diakses pada tanggal 18 Februari 2021
Ningsih, N.F., 2016, Pengaruh Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) Terhadap Mortalitas Hama Wereng Coklat (Nilaparvata lugens), LenteraBio Vol 5 No 1, http://repository.usu.ac.id /bitstream/ 123456789/52646/4/Chapter II.pdf, diakses pada tanggal 18 Februari 2021


Author By : Hanik Sulistyawati, SP. - Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus): Si Cantik Berjuta Manfaat - 22 Feb 2021