Image

MENGENAL JENIS-JENIS PESTISIDA

31 May 2019  |   Berita   |  

Dalam budidaya tanaman, selain faktor budidaya itu sendiri, maka serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) patut mendapatkan perhatian yang serius. Serangan OPT mampu menurunkan produksi secara signifikan bahkan ada kemungkinan sampai gagal panen. Upaya pengendalian yang digunakan oleh petani Indonesia pada saat ini adalah dengan menggunakan pestisida sintetik. Bahkan dalam beberapa kasus, petani tidak mengindahkan kaidah pemakaian yang tercantum dalam kemasan pestisida sehingga menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. Pemakaian pestisida yang tidak bijaksana seperti ini mengakibatkan timbulnya residu pestisida terhadap produk pertanian. Contoh kasus saat ekspor kopi Indonesia ditolak oleh pemerintah Jepang akibat residu pestisida karbaril lebih dari 0,01%.
    Konsep pengendalian saat ini yang digunakan adalah dengan menggunakan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), dimana pengggunaan pestisida tidaklah ditabukan akan tetapi tetap dengan memperhatikan kaidah penggunaan.
Pestisida adalah suatu zat atau campuran zat yang berfungsi untuk mencegah (prevent), mengendalikan (control), atau mengusir (repel)  serangga (insects), tikus (rodents), nematoda (nematodes), jamur (fungi), bakteri (bacteria), gulma (weeds), dan organisme hidup lainnya yang dinyatakan (declared) sebagai hama (pests). Pestisida juga mencakup zat atau campuran zat yang berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan tanaman (plant regulator), penggugur daun (defoliant), dan pengering tanaman (desiccant).

Berdasarkan target sasaran pestisida diklasifikasikan sebagai berikut :
Jenis Pestisida
Organisme Target
Contoh Bahan Aktif
 Fungisida (Fungicide) Jamur (Fungi) Azoxystrobin, chlorothalonil
 Herbisida (Herbicide) Gulma (Weeds) Atrazine, glyphosate, 2,4-D
 Insektisida (Insecticide) Serangga (Insects) Carbaryl, imidacloprid
 Moluskisida (Molluscicides) Siput (Snails), Siput telanjang (slugs)    Metaldehyde
 Nematisida (Nematicide) Nematoda (Nematodes) Natrium Metam
 Rodentisida (Rodenticide) Tikus (Rodents) Warfarin
 Termisida (Termiticide) Rayap (Termites) Fipronil
 Akarisida (Acaricide) Tungau (Mites) Fenpiroksimat
 Bakterisida (Bactericide) Bakteri (Bacteria) Streptomycin

Sedangkan berdasarkan struktur senyawa kimianya,  pada dasarnya pestisida terbagi menjadi 2 golongan (basic categories) yaitu pestisida organik (mengandung unsur karbon) dan pestisida anorganic (tidak mengandung unsur karbon).  Berdasarkan sumbernya, pestisida organik terbagi lagi menjadi pestisida organik alami dan pestisida organik sintetik. Pestisida organik alami ada yang berasal dari tanaman  dan dari mikroba.  Sebagian beasar pestisida yang digunakan saat ini adalah pestisida organik sintetik.  Berikut adalah diantara bahan aktif pestisida (dan golongan senyawa kimianya) yang tersedia di Indonesia (Direktorat Pupuk dan Pestisida 2016):

Jenis Pestisida Golongan Senyawa Kimia Nama bahan Aktif
Akarisida  Ditiokarbonat Spiromesifen
Fenoksi Propargit
Organoklor, Difenil Dikofol, Tetradifon
Phridazinon Piridaben
Pirazol Fenfiroksimat
Tetrazin Klofentezin
Tiozolidin Heksitiazoks
Akarisida, Insektisida Amidin Amitraz
Avermektin Abamektin
Piretroid Fenpropatrin
Bakterisida Anorganik Tembaga oksiklorida
Antibiotik Kasugamisin, hidroklorida
Streptomisin sulfat
Oksitetrasiklin
Asam karbosiklik Asam oksolinik
Fungisida Anilida Proximidon
Anorganik Belerang, tembaga hidroksida, tembaga oksida, tembaga oksiklorida, tembaga oksi sulfat, tembaga sulfat, tembaga tiodozol
Antibiotik Kasugamisin, 
Asilalanin Metalaksil, metil metalaksil, 
Benzimidazol, MBC Benomil, benalaksil-M, karbendazim
Benzimidazol, Karbamat, MBC Metil tiofanat
Dikarboksimid Iminoktadin tris (albesitat), iprodion, prokimidon
Ditiokarbamat, organomangan Maneb, mankozeb, fenamidon, 
Ditiokarbamat, organoseng Metiram, tiram, zineb, ziram, valifelanat
Ftalimid Kaptan
Imidazol Prokloraz
karbamat Propamokarb hidroklorida, Iprovalikarb
Karbamat, organoseng propineb
Kloronitrile Klorotalonil
Kloronitrofenil Metil tolklofos
Morfolin Dimetomorf, tridemorf
Organofosfat, organo-aluminium  Aluminium fosetil
Oksazolidinedion  Famoksadon 
Oksi mino asetamida Metominostrobin
Pirimidin  Azoksistrobin, bupirimat, fenarimol, flumorf, mefenoksam, piraklostrobin, zoxamide
Polioksin  Polioksin
Quintrozin PCNB
Tiadiazol Asibenzolar-s-metil
Triazol Difenokonazol, dinikonazol, epoksikonazol, fenbukonazol, fluriafol, heksakonazol, miklobutanil, propikonazol, siprokonazol, tebukonazol, tetrakonazol, triadimenol, triadimefon, trisiklazol, 
Triazol; organo-silikon Urea Flusilazol, simoksanil, asam fosfit, barium hidroksida oktahidrat, mandipropamid, 
Herbisida Triazol; organosilikon flusilazol
Anilida propanil
Asam piridin Floroksifir meptilheptil
karboksilik ester
asetamida propanil
Benzilat Flufenaset, triklopir, triklopir butoksi ester, 
Bipiridilium Dikuat dibromida, Parakuat diklorida, parakuat klorida, dikuat klorida, 
Difenil eter, trifluorometil oksifluorfen
Dinitro-anilin pendimetalin
Fenoksi Butil sihalofop;  2, 4-D amine;  2, 4-D butil ester; 2,4-D  dimetil amina; 2,4-D IBE; 2,4-D isoprofil amina; 2,4-D Natrium, 2,4-D tri-iso-propanol amina; fenoksaprop p-etil; Fluazipop p-butil; kalium MCPA, propagit
Fiprole Etiprol
Glisin Amonium glifosat, ammonium glufosianat, dimetil, amina glifosat, glifosat, isoprofil amina glifosat, kalium glifosat, mono amonium glifosat, mono ammonium glufosinat, natrium glifosat, trimesium glifosat, sodium glifosat, 
Imidazolinon  Imazapik, imazakuin, 
Isoksazolidin  Klomazon 
kloroasetanilida asetoklor
kuinolin Kuinklorak
Kuinosalin, fenoksi Etil kuizalofop
Oksadiazol,  Oksadiargil, aksadiazon
Piridin Fluroksifir 1-MHE, natrium trifloksisulfuron, pikloram, sodium trifloksi sulfuron
Pirimidin etoksisulfuron
sikloheksen setosidium
sikloheksanedin frofoksidim
Sulfonamide  Penoksulam
Sulfonil urea Etil klorimuron, etil pirazosulfuron, foramsulfuron, metil bensulfuron, triasulfuron, 
Tiokarbamat tiobenkarb
Triazin Ametrin, atrazin, heksazinon, metribuzin, sianazin, 
Triazol sulfentrazol
Triazolinon Etil karfentrazon, etil klorimuron
Urasil Nromacil
Urea Diuron, siklosulfamuron
Urea, triazin Metil metsulfuron, metamifop
Insektisida Amidin amitraz
Avermectin Abamectin
  Emamectin benzoat 
Benzoyl, urea Heksaflumuron, klorfuazuron, lufenuron, novaluron,  triflumuron, 
Diasil hidrazin Metoksi fenosida
Difenil Efofenproks
Fenil-pirazol Fipronil, pripproksefen
Juvenil hormon mimic metroven
Karbamat Benfukarb, BPMC (fenobukarb), indosakarb, fenobukarb, karbaril, karbofuran, dinotefuran, karbosulfan, kartap hidroklorida, merkaptodimetur, metolkarb, metomil, MIPC (isoprokarb), propoksur, tiodikarb, 
Nionicotinoid Asetamiprid, tiametoksam
Neristoksin Bisultap, dimehipo, monosultap, 
Organofosfat,  Asefat, diazinon, diklorvos, dimetoat, etion, etiprol, fenitrotion, fention, fentoat, malation, metil oksidemeton, piraklofos, piridafenthion, profenofos, protiofos, triazopos, triflumuron, triklorfon, 
Organofosfat, nitrila  Poksim
Organofosfat klorpirifos
Organofosfat, pirimidin Metil pirimifos, 
Organofosfat, tiadiazol  Metidation
Piretroid Alfametrin (alfasipermetrin), beta siflutrin, betasipermetrin, bifentrin, deltametrin,  esfenvalerat, fenpropatrin, fenvalerat, permetrin, siflutrin, teta sipermetrin, zeta sipermetrin,  
Piretroid, Trifluorometil Gamma sihalotrin, lamda sihalotrin, 
Pirol Klorfenafir
Triadiazin buprofezin
Tiosulfanat Bensultap, aminopiralid potassium, 
Tiourea Diafentiuron
Triazin Pimetrozin, siromazin, 
Urea Diflubenzuron, flufenoksuron, haloksifon-R-metil ester, lufenuron, 
Urea, Trifluoromtil Klorfuazuron, kromafnksida, tolfenpirad, tiosiklam hidrogen oksalat, flubendiamida, klorantraniliprol, matrin, spinetoram, 

DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Pupuk dan Pestisida, 2016, Pestisida Pertanian dan Kehutanan Tahun 2016, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian republik Indonesia


Author By : Yasint - MENGENAL JENIS-JENIS PESTISIDA - 31 May 2019