Image

Pembangunan Perkebunan Partisipatori Target 100.000 Hektar Perkebunan Kakao Rakyat di Tahun 2014

19 May 2011  |   Berita   |  

Pengembangan komoditi perkebunan tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Karena itu produk daerah yang dihasilkan dari perkebunan setiap tahunnya harus naik.

”Untuk itu ke depan kita akan mengajak masyarakat untuk memikirkan program-program pembangunan perkebunan apa saja yang cocok. Secara umum dan berjenjang, kita akan mengajak para praktisi, kalangan perguruan tinggi, petani berkumpul membicarakan pembangunan perkebunan ke depan. Pokoknya partisipasi dari mereka yang kita harapkan,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, Ir Moch Samsul Arifien, M.MA di Hotel Royal Tretes View Prigen, Pasuruan.

Menurut Samsul, pembangunan perkebunan, khususnya perkebunan rakyat ke depan sifatnya tidak sporadis atau mengarah ke pemerataan, tapi per wilayah (zona) atau menurut wilayah. Contoh, Perkebunan Besar dengan komoditi kopi, karet, kakao dan teh biasanya konsentrasinya ada di lereng-lereng pegunungan. Sedang zona Pantai selatan (Pansel) spesifik dengan komoditi cengkeh dan kelapa. Setelah dikaji, yang cocok di Pansel adalah kakao, yang dulu pernah ditanam Perkebunan Besar (PB) seluas 40.000 hektar, kini berkurang tinggal 31,000 hektar. Sehingga kalau memberi rangsangan ke PB agar menanam kakao agak sulit, maka dirahkan ke perkebunan rakyat.

Ternyata, animo masyarakat untuk menanam kakao sangat besar, karena kakao komoditi yang tak pernah turun harganya (Rp16.000 – Rp 18.000 / Kg). Kedua, kakao panennya lumintu, tidak seperti kopi yang satu tahun sekali. Dan ketiga, kakao bisa masuk atau ditanam di kebun-kebun yang lain. Misal, ditanam di sela-sela tanaman cengkeh dan kelapa bisa hidup dengan subur dan baik. ”Karena itulah kakao kita kembangkan lewat perkebunan rakyat,” kata Samsul.

Saat ini di Jatim ada 25.000 hektar perkebunan kakao rakyat dan 31.000 hektar PB. ”Dan itu kita yang berhasil di Jawa dalam pengembangan kakao rakyat,” katanya seraya menambahkan untuk tahun 2011 Disbun Jatim akan mengembangkan 5.000 hektar, tahun depan 7.500 – 10.000 hektar dan tahun 2014 diharapkan 100.000 hektar perkebunan kakao rakyat di Jatim. 

Author By : Admin - Pembangunan Perkebunan Partisipatori Target 100.000 Hektar Perkebunan Kakao Rakyat di Tahun 2014 - 19 May 2011