Image

Petani Tembakau Kasturi dan Lumajang VO Dapat Bantuan Pupuk dan HOK

04 May 2011  |   Berita   |  

Dengan banyaknya industri rokok di Jatim, menandakan potensi Jatim sangat luar biasa di bidang pertembakauan. Tembakau adalah komoditas primadona Jatim. Areal produksi tembakau Jatim sekitar 110.813 hektar dengan total produksi 85.000 – 90.000 ton per tahun. Kontribusi produksi tembakau Jatim sebesar 50% kebutuhan nasional. Sisanya 30% NTB, 20% Jateng, Jabar dan Sumatra Utara.

Budidaya tembakau menyebar di 22 Kabupaten/Kota di Jatim. Dengan luasan 110.813 hektar, terdiri dari tembakau Voor-Oogst (VO) seluas 102.742 hektar dan Na-Oogst (NO) seluas 8.071 hektar.

Mengingat kebutuhan tembakau Voor-Oogst oleh pabrik rokok cukup besar, maka Dinas Perkebunan Provinsi Jatim berinisiatif mengadakan pertemuan dengan para kelompok petani tembakau di sentra-sentra tembakau Jatim.

Pertemuan yang dikemas dengan label Peningkatan Mutu Tembakau, di mulai tanggal 4 – 5 Mei di Bondowoso dan Jember.

”Karena daerah Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Jember dan Banyuwangi adalah sentra tembakau Kasturi dan Lumajang VO, maka pertemuan di Bondowoso ini kita sebut Pertemuan Peningkatan Tembakau Kasturi dan Lumajang VO,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, Ir Moch Samsul Arifien, M.MA di Hotel Ijen View Bondowoso.

Pertemuan yang dihadiri 90-an orang, terdiri Pelaksana Provinsi dari Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Jember dan Banyuwangi, Petugas Kecamatan, para Ketua Kelompok Tani penerima bantuan kegiatan Intensifikasi Tembakau, dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) dari 5 Kabupaten tersebut.

Menurut Kadisbun Jatim, pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi antara para pembina di Provinsi dengan Kabupaten serta memberikan pengetahuan/pencerahan terhadap situasi yang berkembang saat ini. Sebagaimana diketahui komoditi tembakau yang banyak dikembangkan disini adalah jenis tembakau Kasturi dan Lumajang VO. ”Nah untuk meningkatkan mutu produksi sebagaimana yang diinginkan dengan kebutuhan pabrik rokok, maka melalui program kegiatan intensifikasi tembakau, kami akan memberikan bantuan 80 ton pupuk ZK untuk 800 hektar. Rinciannya 750 hektar untuk Tembakau Kasturi dan 50 hektar untuk Tembakau Lumjang VO. Dan khusus untuk Bondowoso, kami akan memberikan bantuan 9.000 HOK (Hari Orang Kerja) dengan kurs Rp 25.000/HOK atau setara Rp 225 juta untuk 300 hektar,” paparnya.

Bantuan ini dimaksudkan agar para petani tembakau bisa meningkatkan kemampuannya dan dapat merespon terhadap kondisi lapangan yang berkembang, dengan harapan pendapatan usaha tani tembakaunya bisa meningkat.

Author By : Admin - Petani Tembakau Kasturi dan Lumajang VO Dapat Bantuan Pupuk dan HOK - 04 May 2011