Image

Petani Tembakau Na-Oogts Dapat Bantuan 40 Ton Pupuk dan 12.000 HOK

05 May 2011  |   Berita   |  

Karisidenan Besuki (Jember) sejak jaman Belanda dikenal sebagai penghasil Tembakau Na-Oogst (NO), yaitu tembakau pembungkus cerutu. Secara historis waktu itu luasan areal mencapai 18.000 – 20.000 hektar, kini tinggal 4.000 hektar.

Itu pun tinggal di Jember, dan hanya perkebunan besar (PBN/PBS) yang menanam Na-Oogst dengan TBM (Tembakau Bawah Naungan) atau tanaman tembakau yang dikerodongi plastik seperti rumah kaca .

Na-Oogst banyak ditinggalkan petani karena beberapa hal, pertama memang untuk merawat NO perlu ketelitian yang tinggi karena NO kualitas ekspor, syaratnya daun harus mulus dan tidak boleh cacat. Sehingga mulai tanam, perlakuan di tingkat lapangan, panen hingga pengangkutannya harus hati-hati agar tidak rusak. ”Karena perlakuannya yang merepotkan oleh petani ditinggalkan, karena umumnya petani pilih yang gampang-gampang saja,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, Ir Moch Samsul Arifien, M.MA dalam Acara Pertemuan Peningkatan Mutu Tembakau Na-Oogst di Hotel Bandung Permai, Jember.

Sekarang Disbun Propvinsi Jatim berusaha mengembalikan agar petani menanam Tembakau NO dengan sukarela. Tentunya dengan rangsangan-rangsangan bantuan secara khusus, baik pengolahan maupun pupuknya. ”Nah, lewat pertemuan ini kami akan memberikan bantuan 40 ton pupuk KS untuk 400 hektar plus bantuan 12.000 HOK (Hari Orang Kerja) dengan kurs Rp 25.000/HOK atau setara Rp 300 juta untuk 400 hektar,” katanya

Bantuan ini dimaksudkan agar para petani tembakau NO bisa bergairah dan bisa meningkatkan kemampuannya dan dapat merespon terhadap kondisi lapangan yang berkembang, dengan harapan pendapatan usaha tani tembakaunya bisa meningkat.

Author By : Admin - Petani Tembakau Na-Oogts Dapat Bantuan 40 Ton Pupuk dan 12.000 HOK - 05 May 2011