Image

Pengembangan Jarak Pagar (Jatropha curcas L) sebagai Bahan Baku Bio-Fuel di Jawa Timur I

20 Jan 2007  |   Agenda   |  

Berdasarkan Instruksi Presiden nomor 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Bio – fuel) sebagai Bahan Bakar Lain dan Peraturan Presiden nomor 5 Tahun 2006, Pemerintah Propinsi Jawa Timur melakukan berbagai langkah pengembangannya. Membaca gejolak bahan bakar saat itu dan sulitnya masyarakat nelayan khususnya atas ketersediaan solar saat itu, maka Gubernur memerintahkan secara lisan untuk mengantisipasinya, yang oleh Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur ditindaklanjuti dengan membentuk Satuan Tugas Pengembangan Tanaman Jarak Pagar di Jatim melalui Keputusan Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur nomor 001.1 Tahun 2006 tanggal 2 Januari 2006 dengan anggota sebanyak 4 orang, diketuai oleh Ir. Najib Fauzi, MM.

Pengembangan Bio – fuel di Jawa Timur dilakukan dengan membangun Bahan Bakar Nabati yaitu (1) bio – diesel dengan bahan baku jarak pagar sebagai alternatif pengganti solar, (2) bio – ethanol dengan bahan baku jagung, ubi kayu dan molase / tetes tebu sebagai alternatif pengganti premium, serta (3) bio – oil dengan menggunakan bahan baku jarak pagar sebagai pengganti minyak tanah.
Dari data di atas maka jarak pagar sangat memungkinkan berperan sebagai energi alternatif yang memiliki prospek yang cukup luas.

Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Instansi pemerintah terkait dan pihak swasta yang ada di Jawa Timur seperti Perum Perhutani, PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Perkebunan Nusantara 10 dan 12, serta PT Semen Gresik, melakukan beberapa langkah yaitu :
1. Pengembangan Tanaman
2. Pembangunan Alat Pengolahan Hasil
3. Sosialisasi Penggunaan Bio – Fuel

Author By : Admin - Pengembangan Jarak Pagar (Jatropha curcas L) sebagai Bahan Baku Bio-Fuel di Jawa Timur I - 20 Jan 2007