Image

Gulma Pada Tanaman Perkebunan dan Cara Penanggulangannya

04 Nov 2021  |   Artikel   |  

Budidaya berbagai jenis tanaman khususnya tanaman perkebunan tidak terlepas dari keberadaan gulma. Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh di sekitar tanaman budidaya yang pertumbuhannya tidak dikehendaki dan umumnya merugikan karena dapat menghambat pertumbuhan, mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas produksi dan dapat menjadi sarang hama dan penyakit.

Klasifikasi gulma dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, gulma dapat dibedakan berdasarkan sifat-sifat morfologi, siklus hidup, habitat (tempat tumbuhnya), ataupun berdasarkan pengaruhnya terhadap tanaman perkebunan.

Berdasarkan sifat morfologinya gulma dibedakan ke dalam 4 (empat) golongan yaitu:
1.Gulma berdaun sempit (Grasses)
2.Gulma teki tekian (Sedges)
3.Gulma berdaunn lebar (broad leaves)
4.Gulma pakis pakisan (Ferns)

Berdasarkan siklus hidupnya gulma dibedakan atas:
1.Gulma semusim (Annual Weeds)
2.Gulma dua musim (Biannual Weeds)
3.Gulma tahunan (perennial weeds)

Berdasarkan habitat tumbuhnya gulma dibedakan antara:
1.Gulma Air (Aquatic Weeds)
2.Gulma Daratan (Terestrial Weeds)


Berdasarkan pengaruhnya terhadap tanaman perkebunan, gulma dibedakan menjadi:
1.Gulma kelas A
Gulma yang sangat berbahaya bagi tanaman perkebunan oleh karena itu harus diberantas secara tuntas, misalnya : Imperata cylindrica, Mikania sp., Mimosa, sp.

2.Gulma kelas B
Semua jenis gulma yang merugikan bagi tanaman perkebunan oleh karena itu perlu dilakukan tindakan pengendalian atau pemberantasan, misalnya: Brachiaria mutica, Gleichenia liniearis, Lantana camara, Melastoma malabathricum, Scleria sumatrensi.

3.Gulma kelas C
Gulma yang merugikan tanaman perkebunan dan memerlukan tindakan pengendalian namun tindakan pengendalian tersebut tergantung pada keadaan seperti ketersediaan biaya, misalnya: Axonopus compressus, Boreria latifolia, Cynodon dactylon, Cyperus sp., Echinochloa colonum, Eleusine indica, Paspalum conjugatum,

4.Gulma kelas D
Jenis jenis gulma yang kurang merugikan tanaman perkebunan, namun tetap memerlukan tindakan pengendalian, misalnya; Ageratum conyzoides, Cyrtococcum sp., Digitaria sp.

5.Gulma kelas E
Jenis gulma yang bermanfaat bagi tanaman perkebunan karena dapat berfungsi sebagai pupuk hijau, oleh karena itu dapat dibiarkan tumbuh menutupi gawangan tanaman tapi tetap dikendalikan jika pertumbuhannya sudah menutupi piringan atau jalur tanaman, misalnya; Calopogonium caereleum, Calopogonium muconoides, Centrosema pubescens, Pueraria javanica, Pueraria phaseoloides.


Cara Pengendalian :
Secara garis besar, pengendalian gulma dapat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu : (1) Pengendalian secara mekanis (2) Pengendalian secara kultur teknis (3) Pengendalian secara biologis, dan (4) Pengendalian secara kimiawi

  1. Pengendalian gulma secara mekanis Merupakan cara pengendalian yang sampai sekarang paling banyak digunakan di negara berkembang. Pengendalian gulma dengan cara ini dapat dilakukan dengan tenaga manusia atau menggunakan alat-alat mekanisasi seperti : Membabat gulma dengan sabit atau alat-alat lain yang serupa ; Mencabut dan membersihkan gulma dengan tangan; Menggunakan cangkul atau garpu dan Menggunakan alat-alat mekanis/traktor.
  2. Pengendalian secara kultur teknis, Cara yang umum dilakukan dalam pengendalian secara kultur adalah dengan pemberian mulsa, penanaman penutup tanah, penanaman naungan, dan tanaman sela. Cara yang lain adalah dengan mengatur cara bercocok tanam menggunakan pola tertentu dengan tujuan untuk menekan pertumbuhan gulma.
  3. Pengendalian secara biologis Pengendalian ini menggunakan jasad hidup tertentu, yakni untuk menekan pertumbuhan gulma. Sebagai contoh, untuk mengendalikan Krinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M. King) dapat menggunakan serangga Pareuchaetes pseudoinsulata Rego Barros. Serangga ini diketahui dapat memakan daun, pucuk, tunas muda, dan kulit batang C. Odorata sehingga dapat mematikan gulma tersebut.
  4. Pengendalian secara kimiawi Prinsip pengendalian gulma secara kimiawi adalah menggunakan bahanbahan kimia tertentu, yakni untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma. Bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan gulma biasa disebut herbisida


DAFTAR PUSTAKA
Ikayanti, Fitri. 2018. Gulma dan Cara Menanggulanginya. https://pertanian.pontianakkota.go.id/artikel/48-gulma-dan-cara-menanggulanginya.html, diakses pada tanggal 15 Oktober 2021
Pukesmawati, Elly Sarnis. 2021. Gulma Penting Pada Tanaman Kakao. adoc.pub_gulma-penting-pada-tanaman-kakao.pdf, diakses pada 16 Oktober 2021
Purnama, Siti. 2015. Gulma Penting Pada Komoditas Strategis Perkebunan Jawa Barat. http://disbun.jabarprov.go.id/post/view/270-id-gulma-penting-pada-komoditas-strategis-perkebunan-jaw..., diakses pada 16 Oktober 2021







Author By : Kurniawati, SP. - Gulma Pada Tanaman Perkebunan dan Cara Penanggulangannya - 04 Nov 2021