Image

Hama Pada Tanaman Nilam

22 Jul 2022  |   Artikel   |   36 views

1. Belalang (Orthoptera)
Hama ini memakan daun, sehingga tanaman menjadi gundul. Pada serangan berat, batang tanamannya dimakan dan akhirnya mati. Jenis belalang yang banyak merusak tanaman nilam adalah: belalang kayu (Valanga nigricornis). Belalang daun (Acrida turita). Belalang kayu dapat menyebabkan kerugian hasil 20 - 25% (Adria, 1990), karena belalang tersebut berpindah dari satu kebun ke kebun lain, Batang dan cabang tanaman sering patah akibat gigitannya sehingga pertumbuhan tanaman terganggu. Belalang daun biasanya memakan daun mulai dari pinggir atau tengah sehingga terbentuk bekas 30 gigitan melingkar atau lonjong. Kadang-kadang belalang juga merusak batang dan ranting tanaman.

Cara pengendalian hama belalang ini dilakukan dengan cara :
a. Melakukan sanitasi lingkungan;
b. Melakukan pengolahan tanah yang baik karena dapat membunuh telur belalang kayu sebelum menetas; dan
c. Menggunakan musuh alami seperti cendawan Metarhizium anisoliae (Mustika, 2004).

2. Ulat Pemakan Daun (Gryllidae)
Hama ini memakan daun muda, sehingga daun berlubang-lubang dan menyebabkan produksi turun. Pengendalian dilakukan dengan cara sanitasi lingkunggan. Pengendalian hama tanaman nilam dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak biji nimba (100 gr/liter), minyak serai wangi, minyak cengkeh (konsentrasi 305 v/v) (Mustika, 2004).

3. Ulat Penggulung Daun (Pachyzaneba stutalis)
Ulat ini hidup dalam gulungan daun muda, sambil memakan daun yang tumbuh, pada serangan berat, yang tersisa hanya tulang-tulang daun nilam. Pengendaliannya dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Mengumpulkan dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang. Melakukan pengamatan yang ketat pada areal terserang untuk menghindari terjadinya ledakan populasi. Pengamatan dilakukan dengan cara mengamati saat munculnya gejala awal kerusakan daun yang terserang larva stadia muda. Mengingat siklus hidup hama berkisar antara 38 - 42 hari, maka pengamatan sebaiknya dilakukan setiap bulan sejak tanaman berumur satu bulan sampai saat panen;
b. Menggunakan ekstrak mimba dan bioisektisida (Beauveria bassiana). Cara ini Walau tidak mematikan secara langsung tapi cukup efektif dan tidak mencemari lingkungan (Mustika, 2004).

4. Tungau merah (Tetranychus sp.)
Tungau merah umumnya menyerang daun tua dan muda, tungau hidup berkelompok di permukaan daun bagian bawah, merusak tanaman dengan cara mengisap cairan daun. Gejala serangan memperlihatkan bercak-bercak putih.Semakin lama bercak semakin melebar. Selain itu juga memperlihatkan gejala daun berlekuk-lekuk tidak teratur. Pada tingkat serangan berat daun akan rontok. Kerugian hasil dapat mencapai 15 - 25%. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara:
Pemangkasan (pemetikan daun), untuk mencegah meluasnya serangan.
a. Pemetikan dilakukan pada saat populasi tungau masih rendah. Pemetikan yang dilakukan sedemikian rupa dapat menyebabkan terbuangnya telurtelur dan tungau dewasa;
b. Melakukan penanaman tanaman perangkap, dengan menanam ubi kayu dan jarak (Ricinus communis) sebagai barrier;
c. Penggunaan musuh alami seperti Phytosentulus persimlis, P. macropelis (menyerang telur dan nimfa) dan Coccinelids;
d. Penyemprotan dengan insektisida nabati (ekstrak biji mimba) dengan dosis sebesar 100 gr/liter.

5. Kutu Daun (Aphis gossypii; Hemiptera: Aphidoidea: Aphididae)
Serangga hidup berwarna kuning, hijau, atau hijau kekuningan. Imago bersayap dan tidak bersayap. Kutu daun ini merupakan hama utama di pembibitan rumah kaca. Bibit nilam yang tidak dilindungi denganpenyemprotan insektisida satu minggu saja pucuknya dapat terserang kutudaun ini sehingga pertumbuhan pucuk dapat terhambat. Pucuk tanaman yang terserang kutudaun akan mengeriting karena cairan tanaman diisap. Di lapangpun tanaman nilam juga terserang kutu ini, namun karena tanaman sudah besar, tidak terlalu mengganggu pertumbuhan tanaman. Minyak dari Azadirachta indica, Melia azedarach, Cymbopogon nardus, dan Geranium sp. yang diuji di laboratorium terhadap A. gossypii dan Coccinella undecimpunctata menunjukkan bahwa minyak Geranium sp. dan mimba lebih repelen (menolak) terhadap A. gossypii daripada minyak lainnya. Minyak mimba mempunyai aktivitas residu sampai 6 hari, sedang minyak lainnya tidak berpengaruh lebih dari 1-3 hari setelah penyemprotan.


Daftar Pustaka

1. Adria. 1990. Beberapa Jenis Hama Perusak Daun Tanaman Nilam (Pogostemon Cablin, Benth). Pemberitaan Penelitian Tanaman Industri 1990 Vol. XVI No..2 Oktober - Desember) p.59 - 64.
2. Mustika, I., A. Rachmat, S. dan Suyanto, 1995. Pengaruh pupuk, pestisida dan bahan organik terhadap pH tanah, populasi nematoda dan produksi nilam. Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri 15 : 70– 74.
3. Mustika, I., Y. Nuryani dan O. Rosita, 1991. Nematoda parasitoidpada beberapa kultivar nilam di Jawa Barat. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat VI )1) : 9–14

Author By : Irma Kisworini, SP. - Hama Pada Tanaman Nilam - 22 Jul 2022