Image

Pemanfaatan Feromon Serangga Dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo)

27 Jul 2022  |   Artikel   |   23 views

Penggerek buah kopi (H. hampei) adalah kumbang berbadan bulat dengan kepala berbentuk segitiga yang ditutupi oleh rambut-rambut halus. Kumbang H. hampei mengalami 4 tahap perkembangan, yaitu telur, larva, pupa dan imago yang memerlukan waktu selama 25-35 hari. erangga betina dewasa yang siap bertelur, aktif pada sore hari antara pukul 16.00-18.00 dan dapat terbang sejauh 350 m. Serangga jantan tinggal dalam biji kopi karena tidak dapat terbang.

Kumbang ini termasuk kategori hama langsung karena merusak bagian tanaman yang dipanen, yaitu buah dengan cara membuat lubang di sekitar buah kopi dan masuk ke dalam buah kopi. Ada dua tipe kerusakan yang disebabkan oleh hama ini, yaitu gugur buah muda dan kehilangan hasil secara kuantitas maupun kualitas.

Pengendalian hama PBKo cukup sulit dilakukan karena kumbang terdapat dan berkembangbiak di dalam buah kopi. Pengendalian hama PBKo yang efektif dapat dilakukan dengan menerapkan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) memadukan berbagai cara pengendalian seperti Sanitasi kebun, memupuk tanaman dengan pupuk yang seimbang menggunakan jenis dan dosis sesuai anjuran, memangkas pohon pelindung yang terlalu rimbun dan dnegan cara biologis (Agen Pengendali Hayati) dengan pemanfaatan jamur Beauveria bassiana serta menggunakan perangkap serangga (hama penggerek buah kopi) dengan Feromon serangga.

Pemanfaatan feromon serangga dalam program PHT merupakan salah satu peluang yang sangat mungkin yang dapat dikombinasikan dengan teknik pengendalian lainnya. Feromon merupakan senyawa kimia atau campuran dari beberapa senyawa yang dikeluarkan oleh satu individu yang dapat mempengaruhi perilaku tertentu individu lainnya dalam satu spesies.
Feromon serangga dapat dimanfaatkan dalam program pengendalian serangga hama baik secara tidak langsung dalam monitoring maupun secara langsung untuk menekan populasi serangga hama, seperti dalam monitoring keberadaan atau tingkat populasi suatu serangga tertentu, perangkap massal, pengacau perkawinan, serta kombinasi feromon dengan insektisida atau patogen serangga.
Perangkap dengan senyawa penarik dapat menarik serangga secara selektif yaitu hanya menarik serangga penggerek buah kopi deawsa, sehingga aman bagi musuh alami serangga lain maupun serangga PBKo itu sendiri. Pemasangan perangkap disarankan setelah amsa panen besar pada saat tidak ada buah di lapangan serta disarankan minimal selama empat bulan secara terus menerus.


DAFTAR PUSTAKA

Samudra, I Made.2018. Feromon Serangga Dan Aplikasinya Untuk Pengendalian Serangga Hama. feromon2018.pdf (pertanian.go.id), diakses pada tanggal 5 Juli 2022.
Anonym, 2021. Feromon Trap Untuk Pengendalian Bubuk Buah Kopi. Hipotan, Feromon Trap Pengendali Hama Penggerek Buah Kopi - On My Way (Masukpakeko.Id), diakses pada tanggal 6 Juli 2022.
Anonym, 2009. Pengendalian PBKo Pada Tanaman Kopi Secara Alami. Pengendalian PBKo Pada Tanaman Kopi Secara Alami | Tanilink, diakses pada tanggal 5 Juli 2022


Author By : Kurniawati, SP. - Pemanfaatan Feromon Serangga Dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) - 27 Jul 2022