Image

Pemanfaatan Tanaman Jarak (Ricinus communis Linn.) sebagai Pestisida Nabati

11 Nov 2022  |   Artikel   |   18 views

Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan salah satu tanaman penghasil biodiesel yang dapat tumbuh di lahan marginal (Kumar et al., 2011) dengan curah hujan yang rendah dan beriklim panas (Kheira dan Atta, 2009; Jingura, 2011). Tanaman perdu yang multiguna tersebut berasal dari wilayah tropis Amerika dan menyebar ke wilayah-wilayah tropis dan subtropis di Afrika dan Asia (Kumar dan Sharma, 2008; Openshaw, 2000). Sebagai tanaman semi liar, jarak pagar menunjukkan penampilan tanaman yang bervariasi dengan hasil biji 0,2-2,0 kg per tanaman (Francis et al., 2005). Di Indonesia, tanaman ini baru dikembangkan sebagai tanaman budidaya di lahan kering pada tahun 2005 dengan produktivitas biji tahun 2007-2009 sekitar 115 kg/ha (Syakir, 2010). Padahal potensi hasil biji jarak pagar umur satu tahun di lahan kering sebesar 880 kg/ha (Santoso et al., 2008). Di sisi lain, usaha tani tanaman jarak pagar dinyatakan layak ketika produktivitas biji mencapai 7 ton/ha (Syakir, 2010).

Oleh karena itu perlu dilakukan upaya peningkatan produktivitas tanaman jarak pagar di lahan kering. Hasil biji jarak pagar dipengaruhi oleh jumlah buah, jumlah buah dipengaruhi oleh jumlah tandan buah, jumlah tandan buah dipengaruhi oleh jumlah infloresen dan jumlah infloresen dipengaruhi oleh jumlah cabang lateral (Hartati et al., 2009). Buah jarak pagar terbentuk pada ujung batang dan ketiak daun yang dekat dengan ujung batang sehingga jumlah cabang lateral sangat menentukan hasil biji yang diperoleh (Darmanti, 2008). Adapun jumlah cabang lateral yang terbentuk dipengaruhi oleh laju pertumbuhan tanaman jarak pagar (Maes et al., 2009; Rao et al., 2008).

Adapun klasifikasi tanaman jarak adalah :
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Euphorbiales
Suku : Euphorbiaceae
Warga : Ricinus
Jenis : Ricinus communis Linn.

Nama lain tanaman jarak adalah Ricinus viridus Willd, Croton spinosa L., Ricinus specious Burm, Ricinus inermis Mill., Ricinus inermis et lividus Jack., Ricinus spectabilis Bl. Nama umum : Jarak, Nama daerah : Jarak (Melayu, Minangkabau, Jawa, Bali), Gloah (Gayo), Lulang (Karo), ulang (Toba, Batak), Jarak, Kalikih alang (Minangkabau), Jarak jawa (Palembang), Jarag (Lampung), Lafandru (Nias), Rangam (Dayak), Jarak, Jarak jitun, Jarak kaliki (Sunda), Jarak (Jawa), Kaleke (Madura), Kohongian (Minahasa), Malasai, Kalalei, Alale (Gorontalo), Tangang- tangang jara (Makasar), Peleng kaliki jera (Bugis), Nama Inggris : Castor bean.

Morfologi tanaman jarak yaitu merupakan perdu berbatang tegak, tinggi 1–5 meter. Batangnya berkayu, bulat licin, berongga, berbuku-buku dengan tanda bekas tangkai daun yang lepas, berwarna hijau dengan semburat merah tua. Daun tunggal, tumbuh berseling. Bentuk helai daun bundar, bercangap menjari 7 sampai 9, ujung daun runcing, tepi bergigi. Ukuran daun 10–25 cm x 10–25 cm. Warna permukaan atas daun hijau tua, sedangkan permukaan bawahnya hijau muda. Tangkai daun panjang, sekitar 30–50 cm, berwarna merah tua, atau coklat kehijauan. Bunganya merupakan bunga majemuk bentuk tandan, tumbuh di ujung batang. Berwarna kuning, berkelamin satu. Benang sari banyak, tangkai putik sangat pendek berbentuk benang berwarna merah atau merah muda. Buahnya berupa buah kotak berbentuk bulat. Buah jarak berduri dan berwarna hijau sewaktu muda lonjong berlekuk tiga, berkumpul dalam tandan. Di dalam buah terdapat tiga ruang yang masing- masing berisi satu biji. Buahnya berduri lunak, berwarna hijau muda, dengan rambut berwarna merah. Setelah tua, buah akan berubah menjadi hitam. Biji keras, lonjong, berwarna coklat berbintik hitam.

Tumbuhan ini diduga berasal dari Afrika. Pada zaman Fir’aun, Jarak dibudidayakan secara besar besaran untuk diambil minyak bijinya (castor oil). Dikabarkan, biji Jarak juga ditemukan dalam makam-makam purba di Mesir yang dipercaya berasal dari 4000 tahun sebelum Masehi. Dari Mesir, jarak menyebar ke Asia, termasuk ke Persia, India, Malaysia dan Indonesia. Jarak tumbuh liar di hutan, semak-semak, tanah kosong dataran rendah sampai 800 m dpal, atau di sepanjang pantai. Sekarang banyak dibudidayakan sebagai salah satu komoditas perkebunan. Jarak dapat tumbuh di daerah yang kurang subur, namun tumbuhan ini memerlukan pH tanah 6–7 dan drainase yang baik. Akar tumbuhan jarak cepat busuk dalam air yang tergenang atau dalam tanah yang banyak mengandung air.

Biji jarak mengandung 40–50% minyak jarak (oleum ricini, kastrooli) yang mengandung bermacam-macam trigliserida, asam palmitat, asam risinoleat, asam isorisinoleat, asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, asam stearat, dan asam dihidroksistearat. Juga mengandung alkaloida risinin, beberapa macam toksalbumin yang dinamakan risin (risin D, risin asam, dan risin basa), dan beberapa macam enzim diantaranya lipase. Daun mengandung saponin, senyawa-senyawa flavonoida antara lain kaempferol, kaempferol-3- rutinosida, nikotiflorin, kuersetin, isokuersetin, dan rutin. Di samping itu juga mengandung astragalin, reiniutrin, risinin, dan vitamin C. Akar mengandung metiltrans-2-dekena-4,6,8- trinoat dan 1- tridekena- 3,5,7,9,11-pentin-beta-sitosterol. Bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan adalah biji, daun, akar dan seluruh bagian tumbuhan.

Cara kerja pestisida dari tanaman jarak adalah :
1. Bersifat sebagai insektisida
2. Menghambat pembentukan telur
3. Ovisida
4. Menghambat perkembangan serangga


DAFTAR PUSTAKA

1. Dewi Melani. 2020. Pengenalan Tanaman Obat Sebagai Pestisida. BBPP Ketindan. Lawang Malang
2. Hartati RRS, A Setiawan, B Haliyanto, D Pranowo dan Sudarsono. 2009. Keragaan Morfologi dan Hasil 60 Individu Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Terpilih di Kebun Percobaan Pakuwon Sukabumi. Jurnal Penelitian Tanaman Industri 15(4), 152-161.
3. Santoso BB, Hasnam, Hariyadi, S Susanto dan BS Purwoko.2008. Potensi Hasil Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) pada Satu Tahun Budidaya di Lahan Kering Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Buletin Agronomi 36(2), 161-167.
4. Syakir M. 2010. Prospek dan Kendala Pengembangan Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Sebagai Bahan Bakar Nabati di Indonesia. Prospektif 9(2), 55-65.




Author By : Irma Kisworini, SP. - Pemanfaatan Tanaman Jarak (Ricinus communis Linn.) sebagai Pestisida Nabati - 11 Nov 2022