Image

Peranan Gadung dalam mengendalikan OPT

25 Oct 2021  |   Artikel   |  

Tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati banyak tersebar di Indonesia. Pemanfaatan tumbuhan penghasil pestisida nabati untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) sudah banyak dilakukan oleh petani. Pestisida nabati tidak menimbulkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Grainge et al., 1984 dalam Sastrosiswojo (2002), melaporkan ada 1800 jenis tanaman yang mengandung pestisida nabati yang dapat digunakan untuk pengendalian hama. Di Indonesia, sebenarnya sangat banyak jenis tumbuhan penghasil pestisida nabati, dan diperkirakan ada sekitar 2400 jenis tanaman yang termasuk ke dalam 235 famili (Kardinan, 1999). Menurut Morallo-Rijesus (1986) dalam Sastrosiswojo (2002), jenis tanaman dari famili Asteraceae, Fabaceae dan Euphorbiaceae, dilaporkan paling banyak mengandung bahan insektisida nabati. Pemanfaatan tumbuhan penghasil pestisida nabati untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tersebut harus didukung oleh program kegiatan pemerintah untuk menciptakan pertanian yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati adalah Gadung. Gadung adalah tanaman Herba memanjat dengan sistem perakaran berserabut. Umbi membulat, kadangkala agak memanjang, kuning pucat sampai abuabu cerah; daging putih sampai kuning jeruk. Batang memanjat melingkar ke kiri, biasanya berduri, kekuningan setelah kering. Daun beranak daun 3, berbulu halus; helaian daun tengah menjorong-melonjong, helaian daun lateral berukuran tidak sama, anak tangkai daun panjang sampai 1 cm. Perbungaan jantan berbentuk bulir. Perbungaan betina soliter, aksiler. Buah kapsul, berkayu, berukuran besar, berwarna seperi madu, bersayap 3. Biji bersayap. Distribusi/penyebaran : Tumbuhan alaminya ditemukan mulai dari India sampai China bagian selatan, kemudian masuk ke Asia Tenggara sampai New Guinea. Di luar kawasan tersebut, penyebaran dan pembudidayaannya tidak diketahui. Di Asia Tenggara pembidayaannya tersebar di beberapa daerah. Tumbuh liar di seluruh nusantara dan terkadang ditanam juga di pekarangan. Habitat : Tumbuhan ini dapat tumbuh baik di daerah tropis dengan kondisi tanah yang subur, liat dan berdrainase baik Kegunaan tumbuhan : Di kawasan Asia tropis umbi D. hispida merupakan bahan makanan cadangan pada saat paceklik. Umbinya dapat diekstrak menjadi tepung dan digunakan untuk berbagai keperluan industri dan masakan. Seringkali ekstrak umbinya digunakan untuk racun binatang (antara lain: ikan), atau pengusir hama pada tanaman.Berikut adalah klasifikasi tanaman gadung :
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Dioscoreaceae
Genus : Dioscorea
Spesies : Dioscorea hispida Dennst.
Kandungan kimia : Senyawa alkaloida dioscorin merupakan senyawa racun yang terkandung cukup tinggi pada umbi. Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang. Cara kerja gadung adalah penghambat aktivitas makan (antifeedant) dan Menghambat pembentukan telur.

Author By : Irma Kisworini, SP. - Peranan Gadung dalam mengendalikan OPT - 25 Oct 2021